Tuesday, January 26, 2010

Daku anak kelas 3 SMA

by : Irsalina Nur Shabrina


Pagi ini saya bangun dan tiba-tiba kepengen nulis di blog.

Entah sudah berapa abad saya nggak niliki blog ini. Adakah sebulan?? *toeeeng, ini semua pasti gara-gara fesbuk*. Tapi dari fesbuk pula saya teringat kembali akan blog ini. Berawal dari komen pak Deni di salah satu status saya, memberitahukan alamat blog SD saya yang baru di sdmugu.blogspot.com hahha, begitu tau saya langsung buka dan komen di sana. Seneng rasanya bisa tau kegiatan-kegiatan terbaru SD saya dulu, walopun saya uda nggak sekolah di sana lagi –yaeyalah-.

Setelah baca-baca artikel di blog SDMugu saya beralih ke blog junior-junior saya di DIS (Dewan Islam Sekolah), ternyata udah di update juga... sebagai mantan admin, saya tau banyak banget kesibukan di sekolah atau di organisasi itu sendiri yang sering membuat saya dulu sering nggak sempat update atau nulis artikel baru. Tapi salut untuk adek2 saya di Divisi Media Dakwah yang udah meluangkan waktunya sekadar menge-post info terbaru DIS. Juga selamat buat terbitnya buletin pertama edisi tahun ini. Sebagai mantan pimpinan redaksi diriku ini meminta maap *ceileh* hanya bisa memberikan sedikit bantuan berupa saran2 saja. Semoga kedepannya lebih baik dengan content yang bermanfaat dan lebih menarik. Prokk..prokkk...prookk,,,

Dan bagaimana dengan diri ini??
Daku ingin bercerita sajalah nasib anak kelas 3 SMA ini. Oke, saya akan kalkulasi dulu, sekarang tanggal 26 Januari, ujian nasional tanggal 22 Maret 2010. Berapa hari lagi itu??? Benarkah 54 hari lagi? Ehm, siapkah aku? Juga dengan semua ujian masuk universitas?
...................
............
.......
...
.
Kenyataannya saya hanya bisa berusaha dan berdoa untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam ujian nanti dan *tentu saja* bisa diterima di universitas yang saya amat-sangat saya inginkan banget (hiperbola nih). Amieeeeeeennnn.... mohon doanya ya???
Semoga perjuangan selama kurang lebih tiga tahun di SMA ini akan membuahkan hasil yang oke punya, bisa membanggakan orang tua, dan berguna buat agama, bangsa serta negara.

Persiapan menuju UN dan ujian masuk universitas benar-benar menyita perhatian. Saya berusaha sedikit santai menghadapinya, seperti yang saya lakukan 3 tahun lalu menjelang ujian kelulusan SMP. Tapi melihat persiapan teman2, hahha. Hebat, great!!
Saya jadi tuing-tuing, maksudnya pengen juga melakukan persiapan matang untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Oke??

SEMANGAT, LIN!!! KAMU PASTI BISA!!!!!!


Buat temen2 mentoring... Fathimah, Hani, Melynn, Kiki, Mashi, dan Karlina,,, woiii, kita uda berapa kali nggak mentoring terusss. Kangennnnn....

Monday, December 14, 2009

Jalan Muntilan-Magelang

by : Irsalina Nur Shabrina




Hari ini (13-12-2009) saya pergi ke Magelang dari arah Muntilan melewati Blabak. Ada yang beda, jalan 2 arah ini sedang dalam perencanaan pelebaran jalan. Memang menurut saya jalan ini sudah sangat perlu diperlebar. Untuk ukuran jalan utama Jogja-Semarang, jalan ini kurang memadai karena hanya punya 2 jalur saja. Jadi sangat sempit dan rawan kecelakaan. Padahal banyak bus besar dan Truk2 yang melewati jalan itu, sehingga membahayakan para pengendara motor karena saat kendaraan2 besar menyalip akan mendesak pengguna jalur yang berlawanan.
Saya sendiri pernah suatu kali harus rela keluar dari jalan aspal, menepi ke pinggir jalan gara2 ada bus PATAS yang menyalip dari arah berlawanan. Buihh, rasanya deg2an, wong jalannya jadi bener2 mentok. Habis dipake sama kendaraan2 besar. Belum lagi banyak ruas2 jalan yang aspalnya tidak rata, bergelombang dan rusak, hal itu sangat mengganggu kenyamanan berkendara.

Nah, yang baru nih, sekarang ini jalan dari arah Muntilan-Magelang kan dalam masa pra-perbaikan. Tiang2 listrik di pinggir2 jalan sudah beres di pindahkan, di geser menjauhi jalan. Tanah2 penduduk yang dilewati sudah selesai diurus, walau saya dengar banyak terjadi persengketaan. Saya berharap proyek yang menelan milyaran rupiah ini akan segera selesai dan dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
Hanya saja satu hal yang sangat saya sayangkan, mungkin luput dari pemikiran orang2 yang menangani. Atau malah memang tidak diupayakan. Yaitu, USAHA PENANAMAN POHON di sekitar jalan.
Rasanya prihatin sekali, dulu sebelum proyek pelebaran jalan ini dilakukan, di kanan kiri jalan banyak terdapat pohon2 besar sebagai pelindung, peneduh, dan juga sebagai penyerap polusi. Tapi lihat kini, semua sudah di tebang, semua sudah digadaikan.
Tak ada lagi pohon2 itu.
Tak ada lagi peneduh itu.
Jalanan makin panas dan gersang.

Saya rasa tindakan penebangan pohon ini agak tidak bijaksana karena belum diikuti dengan upaya penanaman kembali. Saya merasakan sendiri bagaimana panas dan gersangnya jalanan itu kini. Sangat tidak nyaman.
Menurut saya, alangkah baiknya jika proyek pelebaran jalan yang setahu saya sudah direncanakan sejak lama ini didahului dengan penanaman pohon supaya jalanan tetap rindang dan nyaman. Apalagi masyarakat di dunia ini sedang mendengung-dengungkan tentang pemanasan global, akan lebih bijak jika kita juga membantu mencegah adanya global warming dengan tetap memelihara pohon2.
Yuk, buat masyarakat yang tinggal di sekitar wilayaha jalan Muntilan-Magelang, TANAM POHON SEBANYAK MUNGKIN. Jadikan bumi kita tetap hijau.

Tuesday, November 17, 2009

Warna-Warni Mukena Masa Kini

Saat saya shalat di masjid, saya menyadari kini mukena atau rukuh banyak sekali macam2 corak dan warnanya…. Sebenarnya tidak masalah sih, kan memang tidak ada larangan atau aturan khusus yang mengatur tentang pemakaian motif dan warnanya.

Ya kan??

Tapi entah kenapa rasanya aneh melihat warna-warni mukena masa kini. Dulu orang2 memilih warna putih untuk rukuh. Karena warna putih dianggap sebagai warna lambang Kesucian, Kebersihan, Ketepatan, Ketidak bersalahan, dan Steril. Orang2 naik haji pun pilihnya warna putih, karena warna putih tidak menyerap panas. Namun kini coba lihat di masjid banyak bertebaran warna2 hijau, pink, merah, kuning biru, dan lain-lain. Saya akui, rukuh atau mukena yang berwarna2 memang bagus sih. Sebenarnya sayapun dulu pas jalan2 di Karita liat rukuh polkadot rasa2nya kepingin beli juga. Hahaha.

Tapi saya urung membelinya karena saya ingat sebuah iklan rokok kalo tidak salah. Di iklan tersebut lagi ada banyak orang yang jamaah, semua pake mukena warna putih. Tapiii, di tengah2 ada satu orang yang pake warna hitam. Yak, benar, sodara2. HITAM.
Jadi keliatan nggak kompak dan berbeda.

Hmm, saya bandingkan dengan jamaah shalat sekarang. Memang sebenarnya tidak masalah, tapi rasa2nya aneh saja melihatnya. Pengeeen banget liat lagi warna putih yang kompak buat mukena. Keliatan bersiiih, kompakkk, dan suciiii….

Bukan maksud saya untuk bilang rukuh warna-warni itu gak boleh. Hanya menyampaikan apa yang saya pikirkan saja kok.. Alangkah lebih indah jika semua terlihat kompak, akan jadi indah dan enak dipandang….

Wednesday, November 11, 2009

Postingan kedua hari ini..

by : Irsalina Nur Shabrina

Entah kenapa, tidak seperti biasa dalam sehari aku posting dua tulisan. Padahal yang ditulis juga nggak penting2 amat...

Sekarang ini, di sela-sela waktu berangkat les aku sempatkan membuka laptop sebentar. Pengen ngetik beberapa kalimat, send ke hape, trus posting di blog lewat hape. Hmm, beginilah kalo nggak punya akses internet sendiri. T.T

Tadi mau nulis apaan yah, kok malah lupa gini... Argh, tuh kan mulai nggak jelas...
hehe, malah jadi ingat kemarin hari Ahad waktu pulang ke rumah. Aku menyabotase tempat yang sebelumnya tak pernah kujamah, paling2 cuma sekadar ambil makan trus dibawa nongkrong depan tivi. Tapi entah ada angin apa, kemarin hari Ahad tiba2 aku pegeeeennn banget bikin kue. Mungkin gara2 kemaren masih penasaran setelah nyobain bikin brownis tapi gagal.

Nah, kemaren Ahad ini, dengan sotoy dan pede tanpa bekal pengetahuan apapun. Aku dan adeku, si item manis Ifa, nyoba bikin adonan dengan bahan seadanya di rumah, dengan takaran kira2 saja. Ahahahaha...

Berikut bahan2nya:
(sekali lagi saya tegaskan, dengan takaran kira2)
200 gr tepung
3 butir telur
150 gr gula
madu
1 sachet susu coklat
coklat bubuk secukupnya
1/2 sendok makan fermipan
150 gr margarin

cara bikin kue ala chef Alin:
1. campurkan gula dengan telur, di-mixer sampai mengental dan warnanya agak putih.
2. campurkan tepung, margarin,dan susu coklat sedikit demi sedikit.
3. tambahkan madu sesuai selera.
4. tambahkan juga coklat bubuk sesuai selera.
5. masukkan fermipan, sambil tetap di mixer
6. setelah selesai di-mixer, siapkan loyang yang sudah dilumuri margarin biar ntar waktu kue diangkat dari loyang nggak lengket.
7. panaskan oven.
8. panggang adonan yang sudah dituang ke loyang ke dalam oven selama kurang lebih 1 jam


SELAMAT MENCOBAAAA!!!!


Esok harinya, aku bawa kue hasil uji cobaku ini ke sekolah. Dannnn, Yeha!!! Temen2 bilang enak *haha, semoga itu pernyataan jujur*..
Pas budhe dateng ke rumah hari Ahad malam Senin, beliau juga bilang enak kok. Malah beliau ngambil beberapa potong. Sip. besok2 bikin kue lagi, ah....
Yummy!